Lapsang Souchong: Nenek moyang teh hitam, legenda berasap
—Panduan Mencicipi & Profil Rasa
I. Asal Usul Lapsang Souchong
Lapsang Souchong, teh hitam pertama di dunia, lahir di Tongmu Guan, Pegunungan Wuyi, Fujian, Tiongkok. Nama "Lapsang" ( 正山) mengacu pada asal muasalnya yang asli, sedangkan "Souchong" ( 小种) menunjukkan varietas teh berdaun kecil. Ditemukan pada abad ke-16, rasa berasapnya yang khas—hasil pengasapan kayu pinus secara tidak sengaja—membuatnya melegenda. Bahkan, teh ini menjadi inspirasi berbagai campuran seperti Earl Grey di Barat.
II. Karakteristik Utama
1. Seni Asap
Secara tradisional diasapi di atas kayu pinus, menghasilkan aroma damar yang kaya, lengkeng kering, dan rasa manis berasap yang bertahan lama. Versi "tanpa asap" modern menonjolkan aroma bunga dan madu.
2. Terroir di Tongmu Guan
Kabut dataran tinggi dan tanah yang subur memberikan teh ini aroma yang kuat dengan nuansa mineral liar.
3. Minuman Keras Amber
Lapsang Souchong Premium menghasilkan infus berwarna jingga kemerahan yang bening dengan lingkaran cahaya keemasan dan daun kering berwarna tembaga lembut.
III. Panduan Mencicipi
1. Amati
aku Daun Kering: Helaian rapat dan gelap dengan ujung berwarna keemasan; versi berasap mengeluarkan aroma arang pinus.
aku Minuman keras: Kuning tua (diasapi) atau jingga cerah (tidak diasapi), berkilau seperti batu permata.
2. Hiruplah Aromanya
aku Diasapi: Lapisan asap pinus, buah kering, dan madu; versi yang sudah tua menghasilkan aroma seperti buah plum.
aku Tidak diasapi: Manisnya beraroma bunga (anggrek, osmanthus), buah (leci, lengkeng), dan madu.
3. Nikmati Rasanya
aku Diasapi: Tekstur halus dengan kompleksitas berasap yang kuat; rasa manis setelahnya.
aku Tidak diasapi: Renyah, menyegarkan, dengan sensasi dingin di akhir.
aku Wangi yang melekat: Getah pinus atau buah batu bergema di cangkir kosong.
4. Periksa Daunnya
aku Elastis, berwarna coklat tembaga, dan bertekstur merata.
IV. Tips Menyeduh
aku Peralatan minum teh: Tanah liat Yixing (meningkatkan asap) atau gaiwan porselen (menjaga kemurnian).
aku Suhu Air: 90-95°C (hindari mendidih untuk melindungi daun yang halus).
aku Dosis: 5g teh / 120ml air.
aku Penyeduhan: seduhan pertama 5 detik, ditingkatkan secara bertahap; menghasilkan 8-10 seduhan.
V. Pasangan & Penuaan
aku Penyajian: Paling enak jika dimakan langsung, tetapi juga lezat dengan susu (seperti gaya Inggris klasik).
aku Pasangan: Cokelat hitam, keju asap, kacang—melengkapi profilnya yang berani.
aku Penyimpanan: Kedap udara, terhindar dari cahaya; varietas yang diasapi akan melunak seiring bertambahnya usia.
Lapsang Souchong adalah puisi dalam asap dan waktu, fosil hidup sejarah teh.
Seruputlah perlahan-lahan, dan biarkan kedalamannya yang dicium pohon pinus membawa Anda ke puncak berkabut Wuyi.